PROSES PANEN MATAKULIAH MANAJEMEN AKUAKULTUR TAWAR

image
By muhammad pahlevi On Selasa, November 14 th, 2017 · no Comments · In

Sebanyak 180 mahasiswa berkumpul di Laboratorium Basah Fakultas Perikanan dan Kelautan untuk melakukan proses panen. Mahasiswa Budidaya Perairan semester III mata kuliah Manajemen Akuakultur Tawar sebelumnya telah melakukan budidaya selama kurun waktu 30 hari. Kegiatan tersebut merupakan salah satu capaian dari matakuliah tersebut yaitu mampu menjelaskan proses budidaya air tawar.
Proses panen ini merupakan rangkaian dari kegiatan praktikum mata kuliah Manajemen Akuakultur Tawar dengan menggunakan 4 buah komoditas budidaya. Kegiatan praktikum ini diawali dengan proses analisis kelayakan kolam budidaya. Selanjutnya dilakukan proses budidaya. Tanggal 11 Nopember 2017 proses budidaya selesai yang diahiri dengan proses panen. Panen dilakukan pada pagi hari agar ikan tidak mengalami strees atau lemah. Pemanenan dilakukan dengan cara panen total yaitu ikan diambil semua dan tidak melakukan penyortiran dikarenakan ikan ini akan ditimbang dan dikembalikan lagi keaalam.
S5D Sebelum memulai proses panen, hal utama yang harus dilakukan adalah persiapan yang dilakukan mahasiswa yang akan melakukan proses panen seperti, mengganti pakaian dan semacamnya. Setelah itu mahasiswa yang telah siap untuk proses panen mengangkat waring lalu ikan dipindah ke tempat lainya, tidak lupa bamboo yang tertancap sebagai pondasi dari waring tersebut dicabut dan dipindahkan ke tempat yang lain. Setelah semua peralatan sudah diambil semua dari kolam, maka dilakukan pencucian atau membersihkan alat yang digunakan, seperti waring jika ada bekas lumpur ataupun lumut yang menempel pada waring, setelah dicuci maka dilanjutkan dengan proses pengeringan waring setelah kering maka waring dikembalikan ke tempat semula atau tempat yang telah disediakan. Setelah itu ikan diukur panjang dan beratnya dengan menggunakan penggaris dan neraca digital, Lalu amati serta hitung dengan menggunakan rumus FCR dan rumus SR. SR = ikan hidup / ikan tebar x 100%. Sedangkan untuk FCR = berat pakan / (berat akhir + D) – berat awal Lalu catat hasilnya.

Proses pemanenan budidaya di air tawar


Proses pembersihan waring setelah pemanenan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *